HeadLine News

Loading...

Minggu, 13 Maret 2011

Wisata Pancaro Rayo

Pancaro Rayo merupakan salah objek wisata Kabupaten Kerinci yang terletak di Pulau Tengah tepatnya di Desa Koto Tuo yang berjarak ±17 km dari kota Sungai Penuh. Air Terjun tersebut adalah air terjun tertinggi di Kabupaten Kerinci yaitu + 180 m. Untuk mencapai lokasi tersebut, harus berjalan kaki dari Pulau Tengah dengan medan yang agak berat. Objek wisata tersebut sangat cocok bagi para wisatawan yang memiliki jiwa petualang.
Oleh karena itu, peran masyarakat dan pemerintah setempat sangat diperlukan dalam menjaga dan mempertahankan keberadaannya. Tapi keberadaannya sering tidak dimanfaatkan dengan lebih baik, padahal Pancaro Rayo merupakan salah satu pemasukan atau income untuk desa Pulau Tengah. Dilihat dari pengunjung yang datang mengunjungi Pancaro Rayo setiap Minggu dan Hari libur bisa mencapai hingga ratusan orang.

Air Panas Semurup

Obyek wisata Air panas Semurup ini terletak di Desa Air Panas Baru Kecamatan Air Hangat,berjarak kira-kira 11 Km dari Kota Sungai Penuh,ibukota kab Kerinci. Air Panas yang keluar dari perut bumi merupakan hasil kegiatan vulkanik, dengan luas permukaan ± 15 m2 membentuk sebuah kolam kecil yang selalu mengepulkan asap.

jika wisatawan berkunjung ke obyek wisata air panas Semurup ini,wisatawan dapat melakukan beberapa kegiatan diantaranya, merebus telor atau pisang dengan air panas yang mendidih dengan cara memasukkan telur atau pisang tersebut kedalam jaring dan di celupkan ke dalam air yang mendidih tersebut tetapi harus hati-hati jangan sampai kecebur,bisa fatal akibatnya. Disamping itu, ada juga fasilitas kamar mandi yang di gunakan untuk berendam,guna penyembuhan beberapa penyakit,seperti penyakit kulit dan remautik ( Health Tourism ). Tidak jauh dari obyek utama terdapat pula sumber air panas yang unik yang juga ramai dikunjungi oleh wisatawan
Nah berkunjunglah ke Air Panas Semurup.

Air Terjun Tujuh Tingkat


Bagi wisatawan yang menyukai kegiatan cros country atau wisata alam, objek wisata ini merupakan tempat yang cocok untuk kegiatan itu. Untuk mencapai objek wisata, wisatawan harus melewati hutan produksi kayu manis dan hutan lindung.

Seperti namanya obyek wisata memiliki air terjun tujuh tingkat. Air terjun tujuh tingkat pertama tingginya lebih kurang 6 m yang merupakan air sungai yang jatuh pada tebing terjal. Menyusuri sungai ini ke arah hulu akan ditemui pula air terjun tingkat kedua yang tingginya 50 m dan air yang jatuh seperti butir-butir uap air. Seterusnya pendakian dapt dilakukan sampai ketingkat ketujuh melalui hutan lindungyang banyak terdapat tumbuhan-tumbuhan hutan manau. Bagi petualang pemula cukup sampai ke air terjun tingkat kedua.

Desa Koto Tebu Tinggi atau Desa Mukai Tinggi Kecamatan Gunung Kerinvi merupakan tempat permulaan perjalanan ke air terjun tingkat ini. Untuk mencapai kedua desa tersebut harus menempuh perjalanan jauh lebih kurang 16 km dari Kota Sungai Penuh dengan kendaraan Bus.

Bukit Kayangan


keindahan Bukit Kayangan telah membuat politikus Amien Rais yang pernah mengunjunginya berdecak kagum. Berada di atas bukit setinggi 2.000 meter dari permukaan laut (dpl) tersebut pemandangan begitu menakjubkan sehingga membuat pikiran dipenuhi khayalan.Berbekal papan lalu lintas penunjuk arah, kami kemudian melintasi Kota Sungai Penuh, Provinsi Jambi, yang masih lengang dan sejuk di pagi hari, akhir pekan lalu. Tidak sampai lima menit, kami melewati jalan Desa Sungai Jernih. Itulah jalur menuju Bukit Kayangan.

Jarak antara Kota Sungai Penuh dan Bukit Kayangan hanya sekitar 10 kilometer. Akan tetapi, kerusakan badan jalan yang terjadi pada sepanjang jalan menanjak tersebut membuat kendaraan yang kami tumpangi hanya mampu merayap menembus hutan pinus khas Kerinci yang dilengkapi dengan deretan tanaman anggrek tanah yang tengah berbunga putih keunguan.

”Jalan ini sebenarnya sudah diperbaiki dua tahun lalu. Tapi, hanya dalam waktu enam bulan, jalan sudah rusak lagi. Kontraktornya malah sekarang ditahan karena kasus dugaan korupsi pembangunan jalan ini,” kata Sofa, warga Sungai Penuh yang menemani perjalanan.

Menurut Sofa, masyarakat Sungai Penuh begitu bangga. Bukit Kayangan dianggap sebagai aset wisata andalan kota tersebut. Karena itulah, setiap ada tamu atau wisatawan berkunjung ke wilayah tersebut, Bukit Kayangan selalu ditawarkan untuk dikunjungi. Selain jaraknya yang dekat untuk ditempuh, karena berada di dalam kota, keindahan alam dari puncak bukit tersebut sudah diakui banyak orang.

Setelah melewati jalan rusak dan tikungan berliku, kami pun sampai di puncak Bukit Kayangan. Dari situ, pemandangan terlihat sangat luas dan jauh.

Keindahan panorama

Memandang ke arah barat akan tampak hamparan pohon-pohon besar nan rimbun, pada bukit-bukit yang merupakan gugusan Bukit Barisan. Pada sejumlah bagian puncak bukit, hamparan pinus juga menarik untuk dinikmati.

Sementara itu, ke arah timur, tampak hamparan Kota Sungai Penuh yang dipadati permukiman. Kami pun dapat melihat Danau Kerinci dari kejauhan.

Di puncak bukit yang penuh dengan keindahan, ditambah udara yang cukup dingin, membuat pikiran menjadi segar. Namun, keindahan itu tidak lama kami nikmati karena hanya selang lima menit kemudian kabut dengan cepatnya menutupi seluruh keindahan di bawah bukit.

Danau Gunung Tujuh


Kondisi alamnya yang masih perawan dan asri, menjadikan Danau Gunung Tujuh sebagai objek wisata paling favorit di Kabupaten Kerinci dan sekitarnya. Sementara, letaknya yang berada pada ketinggian 1.996 meter dpl, menjadikan danau ini sebagai danau tertinggi di Asia Tenggara. Meski keringat bercucuran, serombongan pelajar dari sebuah sekolah di Sungai Penuh, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi, terlihat ceria. Dengan penuh semangat, mereka terus melangkahkan kaki melanjutkan pendakian. Sesekali rombongan yang dipimpin oleh salah seorang guru mereka itu beristirahat sejenak untuk memulihkan stamina.

Begitulah suasana di kawasan Gunung Kerinci pada musim liburan sekolah beberapa waktu lalu. Banyak rombongan pelajar yang memilih mengisi liburan dengan melakukan pendakian ke puncak Gunung Kerinci yang merupakan gunung berapi aktif tertinggi di Indonesia.

Bagi para pendaki, melakukan pendakian ke Gunung Kerinci dengan puncaknya di ketinggian 3.805 meter di atas permukaan laut (dpl) mcmang melelahkan, tapi sekaligus juga menjadi tantangan. Meski terlihat begitu dekat dari salah satu punggung Gunung Tujuh, jalan menuju puncak Gunung Kerinci lumayan berliku. Kemiringan jalur pendakian berupa jalan setapak yang menanjak yang mencapai 50-60 derajat sangat menguras stamina.
Namun, rasa lelah itu seakan lenyap ketika tiba di lokasi tujuan wisata yang ada di kawasan Gunung Tujuh, yakni sebuah danau yang disebut Danau Gunung Tujuh. Selain alamnya yang asri, panorama di danau yang masuk dalam kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) ini demikian indah.

Selain melakukan pendakian, tidak sedikit pengunjung yang datang hanya untuk menikmati suasana alami di kaki gunung. Setiap akhir pekan, banyak pendaki amatiran (baca: wisatawan, red) yang naik ke Danau Gunung Tujuh. Mereka tidak hanya berasal dari Kerinci, melainkan juga wisatawan yang datang dari luar daerah. Tidak heran jika setiap hari Sabtu-Minggu, banyak tenda-tenda kemah yang berdiri di sekitar pos jaga. Obyek wisata ini bcrjarak lebih kurang 51 km dari Sungai Penuh, ibukota Kabupaten Kerinci.
Tertinggi di Asteng

Secara ilmiah, Danau Gunung Tujuh merupakan danau vulkanik yang terbentuk akibat kegiatan gunung berapi di masa lampau. Memiliki ukuran panjang sekitar 4,5 km dan lebar 3 km, danau yang berada di ketinggian 1.996 meter dpl ini merupakan danau tertinggi di Asia Tenggara.

Bagi pencinta wisata alam sekaligus petualangan, Danau Gunung Tujuh merupakan objek wisata favorit di Jambi dan sekitarnya. Selain panorama alamnya yang indah, danau ini dikelilingi oleh enam gunung, yaitu Gunung Hulu Tebo dengan ketinggian 2.525 meter dpl, Gunung Hulu Sangir (2.330 meter dpl), Gunung Mandura Besi (2.418 meter dpl), Gunung Selasih (2.230 meter dpl), Gunung Jar Panggang (2.469 meter dpl), dan Gunung Tujuh (2.732 meter dpl) yang puncaknya paling tinggi.
Bukan cuma itu, sebagai kawasan yang menjadi salah satu sentra keanekaragaman hayati, Danau Gunung Tujuh juga sering dikunjungi para pencinta dan peneliti flora dan fauna. Di kawasan ini hidup berbagai jenis satwa khas TNKS seperti harimau
sumatera (Panthers tigru surnatrensis), siamang, beruang madu, babi hutan, tapir, bcrmacam burung, dan berbagai jenis kupu-kupu. Tumbuhan yang hidup di kawasan ini pun beragam dengan primadona berbagai jenis anggrek alam dan bunga kantong semar.

Panorama alam menawan lain yang dapat dinikmati di kawasan ini adalah Air Terjun Gunung Tujuh. Air terjun dengan ketinggian puluhan meter itu bersumber dari Danau Gunung Tujuh. Pengunjung yang ingin mencapai air terjun ini bisa melalui jalur setapak tidak jauh dari bekas wisma peristirahatan di dekat pos jaga di kaki gunung.

Ada beberapa alternatif jalur pendakian ke Danau Gunung Tujuh. Salah satunya dan paling banyak ditempuh adalah melalui gerbang Pos TNKS di Desa Pelompek, Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci. Di desa berketinggian 1.600 meter dpl itu udara terasa dingin, terlebih lagi karena angin selalu bertiup kencang. Sehingga pengunjung disarankan untuk membawa jaket atau baju tebal.

Sebagaimana daerah pegunungan pada umumnya, pada malam hari, suhu udara di sekitar pos pendakian ini terasa sangat dingin. Tanpa mengenakan jaket tebal, kaus kaki, dan selimut tebal, jangan harap bisa tidur nyenyak karena dinginnya udara. Angin dingin yang bertiup terasa menusuk tulang.
Bagi pengunjung yang hendak mendaki ke Danau Gunung Tujuh lebih pagi, bisa memanfaatkan rumah penduduk di sekitar pos. Rumah tinggal yang sekaligus menjadi homestay tersebut bisa dipesan sebelum hari kedatangan, atau pada hari kedatangan itu juga jika kebetulan tidak ada pengunjung yang menginap. Selain di sekitar pos, pengunjung pula bisa menginap di beberapa homestay di Desa Kersik Tuo yang terletak beberapa kilometer dari Pelompek.

Dengan segala keindahan alam yang disimpannya, kawasan Danau Gunung Tujuh terlihat masih utuh dan lestari, karena belum terusik tangan-tangan jahil. Kondisi ini tak lepas dari pesan pihak Balai TNKS yang senantiasa mengingatkan pengunjung agar tidak mengambil, menangkap, atau membawa keanekaragaman hayati yang dimiliki kawasan ini.

Taman Nasional Kerinci Seblat


Taman Nasional Kerinci Seblat terletak di 4 wilayah propinsi yaitu Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu dan Sumatera Selatan. Sebagian besar kawasan taman nasional ini merupakan rangkaian pegunungan Bukit Barisan Selatan di Pulau Sumatera bagian tengah. Secara geografi Taman Nasional Kerinci Seblat terletak pada 100°31'18" - 102°44' Lintang Timur dan 17'13" - 326'14" Lintang Selatan. Luas Taman Nasional Kerinci Seblat (hasil tata batas) ditetapkan seluas 1.368.000 Ha dengan perincian:

* seluas 353.780 Ha (25,86%) terletak di Propinsi Sumatera Barat;
* seluas 422.190 Ha (30,86%) terletak di Propinsi Jambi;
* seluas 310.910 Ha (22,73%) terletak di Propinsi Bengkulu; dan
* seluas 281.120 Ha (20,55%) terletak di Propinsi Sumatera Selatan.

Wilayah Taman Nasional Kerinci Seblat tersebar di 9 Kabupaten, 43 Kecamatan dan 134 Desa.

Dalam sejarah pembentukannya, taman nasional ini merupakan penyatuan dari kawasan-kawasan Cagar Alam Inderapura dan Bukit Tapan, Suaka Margasatwa Rawasa Huku Lakitan-Bukit Kayu embun dan Gedang Seblat, hutan lindung dan hutan produksi terbatas di sekitarnya yang berfungsi hidro-orologis yang sangat vital bagi wilayah sekitarnya.

Kelompok hutan tersebut merupakan Daerah Aliran Sungai (DAS) utama, yaitu DAS Batanghari, DAS Musi dan DAS wilayah pesisir bagian barat, DAS tersebut sangat vital peranannya terutama untuk memenuhi kebutuhan air bagi hidup dan kehidupan jutaan orang yang tinggal di daerah tersebut. Mengingat pentingnya peranan kelompok hutan tersebut, maka pada tanggal 4 Oktober 1982, bertepatan dengan Kongres Taman Nasional Sedunia di Bali, gabungan kawasan tersebut diumumkan sebagai Taman Nasional Kerinci Seblat

Taman Nasional Kerinci Seblat merupakan perwakilan tipe ekosistem hutan hujan dataran rendah sam pai ekosistem sub alpin serta beberapa ekosistem yang khas (rawa gambut, rawa air tawar dan danau).

Hutan Taman Nasional Kerinci Seblat memiliki 4000 jenis tumbuhan yang didominasi oleh famili Dipterocarpaceae, dengan flora yang langka dan endemik yaitu pinus kerinci (Pinus merkusii strain Kerinci), kayu pacat (Harpulia alborera), bunga Rafflesia (Rafflesia arnoldi) dan bunga bangkai (Amorphophallus titanium dan A. decussilvae).

Potensi Flora dan Fauna

Taman Nasional Kerinci Seblat umumnya masih memiliki hutan primer dengan tipe vegetasi utama didominir oleh formasi :

1. Vegetasi dataran rendah (200 - 600 m dpl)
2. Vegetasi pegunungan/bukit (600 - 1.500 m dpl)
3. Vegetasi montana (1.500 - 2.500 m dpl)
4. Vegetasi belukar gleichenia/paku-pakuan (2.500 - 2.800 m dpl)
5. Vegetasi sub alpine (2.300 - 3.200 m dpl)

Danau Kaca


Danau Kaca merupakan salah satu Objek wisata yang berada di Kab. Kerinci Jambi.Penamaan danau ini dengan danau kaca dikarenakan air danau ini sangat jernih. Jika pada siang hari terlihat seperti kaca yang dari jarak jauh. Danau ini terletak di Kec. gunung Raya. Kerinci bisa dicapai dengan menggunakan pesawa dan akan berhenti lapangan terbang depati parbo. Untuk informasi selanjutnya bisa langsung ke situs KAb, Kerinci yang official: http://www.kerincikab.go.id

Danau Kerinci


Sangat antusias sekali, jika mendengar pesona alam di Jambi, seperti Danau Kerinci. Karena memang, danau ini memiliki latar belakang tersendiri dalam sejarah kehidupan manusia purba pada saat lampau. Dengan dikelilingi oleh jumlah barisan pegunungan, sebuah danau tersebut merupakan semayam sejumlah ikan, yang nantinya akan dijadikan sumber daya alam masyarakat setempat.

Danau Kerinci terlihat begitu menawan. Selain lokasinya berada di kaki Gunung Raja, danau ini memang berada di dua kecamatan, yaitu Kecamatan Danau Kerinci dan Kecamatan Keliling Danau, Kabupaten Kerinci. Sehingga luas Danau Kerinci sekitar 5000 m persegi dengan ketinggian 783 di atas permukaan laut.

Perjalanan menuju Danau Kerinci dapat dilakukan dalam tiga jalur alternatif. Yang paling utama adalah jalur Jambi menuju Sungai Penuh, jalur kedua adalah dari Kota Padang menuju Tapan dan yang terakhir adalah dari padang menuju Muaralabuh.

Perjalanan ke lokasi wisata Danau Kerinci, Jambi relatif murah biaya masuknya. Harga tiket yang ditawarkan sebesar Rp. 2000,- bagi anak-anak dan Rp. 3000,- untuk dewasa.

Bagi anda pengunjung Kota Jambi, tak perlu khawatir dalam masalah akomodasi. Di sekitar Danau Kerinci teah tersedia begitu banyak hotel kelas melati yang memiliki tarif cukup terjangkau pula. Harga yang ditampilkan berkisar antara Rp. 15.000,- s/d Rp. 100.000,- untuk semalamnya. Namun jika ada perubahan harga perlu anda konfirmasikan lebih lanju

Danau Lingkat


Danau yang masih alami ini terletak dipinggir hutan TNKS yang berdekatan dengan Desa Lempur Mudik. Luasnya lebih kurang 12 ha pada ketinggiam 1.100 m dpl. Untuk mencapai objek wisata ini dapat menggunakan bus umum. Hal yang menarik pada objek wisata ini, yakni masih dapat didengar suara binatang seperti siamang dan yang lainnya ketika matahari mulai bersinar. Menjelajahi danau dengan rakit dan melihat batu yang unuk berwarna warni didasar danau yang dapat dilihat dari dari permukaan air.

Goa Kasah



Goa Kasah Merupakan sebuah Goa yang terletak dalam kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat dengan jarak terdekat dari Desa Kersik TuoKecamatan Kayu Aro ±5 km. Goa ini merupakan habitat Kelelawar dan beberapa spesies burung. Di dalam goa terdapat relif yang menggambarkan antara lain wanita dan seekor binatang, serta sebuah tempat duduk dari batu.

Didalam goa terdapat relief yang menggambarkan antara lain wanita dan seekor binatang, serta sebuah tempat duduk dari batu.Ruang utama berbentuk kubah ukuran 8 x 15 m dengan tinggi 15 m. Menurut pengamatan para ahli, goa ini merupakan tempat tinggal manusia purba pada ratusan tahun lalu.

Gunung Kerinci


Gunung Kerinci merupakan gunung berapi yang tertinggi di Indonesia dengan ketinggian 3800m dpl dan masih dalam keadaan aktif. Berada pada lintang 10°45,50' LS dan 1010°160' BT. Terletak di dua kabupaten yaitu Kerinci dan Sulak Deras. Dikaki gunung ini juga anda bisa temukan perkebunan teh yang terdapat di desa Kersik Tuo. Didesa Kersik Tuo ini banyak terdapat penginapan-penginapan yang diusahakan oleh penduduk setempat. Penduduk didesa Kersik Tuo ini mayoritas adalah suku Jawa yang sudah lama sekali tinggal disana, sejak jaman kolonial Belanda.

Gunung kerinci berada dibawah perlindungan Taman Nasioanal Kerinci Semblat. Pada areal hutan gunung ini kita masih bisa menjumpai harimau sumatera. Satu hal yang mesti di ingat, jika anda mendaki gunung ini, jangan bermalam atau mendirikan tenda di daerah selter I atau didaerah ketinggiannya dibawah 1500m dpl. Karena daerah ini merupakan habitatnya harimau sumatera dan tempat mereka berburu. Dan usahakan untuk tidak membawa makanan yang berbau anyir atau daging mentah.
Pemandangan dari puncak Kerinci sangat memukau, kita bisa melihat danau kerinci dan danau situjuh yang berada diatas puncak bukit situjuh, serta di bagian selatan terlihat Lubuk Gadang dan Muara Labuh. Sementara di arah barat terlihat samudera Hindia. sangat indah. Sewaktu web master high-camp.com mendaki gunung ini dan mendirikan tenda tepat di daera berpasir di bawah puncak (lihat photo) pemandangan yang lepas dimalam hari sangat memukau, tapi hati-hati karena anginnya lumayan kencang, tenda anda harus cukup kuat untuk camping didaerah ini. Beruntung sekali pada saat itu air bisa didapat, akan tetapi harus menyeberangi dua punggungan.

Kapak 1000 tahun


JIKA sudah jatuh cinta, maka harta dan benda tidak lagi dihitung berapa nilainya. Hal itulah yang dirasakan oleh Iskandar Zakaria, seorang kolektor yang juga merupakan budayawan kawakan yang ada di Kerinci. Ia rela menghabiskan sebagian besar gaji dan uang pensiunnya, hanya sekadar untuk mengumpulkan barang antik kesukaannya.

Hobi ini mulai digelutinya sejak tahun 1970, saat ia masih menjabat sebagai Kepala Kebudayaan Kabupaten Kerinci. Koleksi pertamanya saat itu adalah dua mangkuk kuno, peninggalan nenek moyang warga Kerinci.

"Setelah dua mangkuk tersebut saya koleksi, akhirnya menyusul beberapa barang antik lainnya, yang saya dapatkan dari berbagai daerah di Kabupaten Kerinci, dan daerah-daerah lainnya," ujar Iskandar Zakaria, saat ditemui Tribun, Rabu (19/5).

Untuk bisa menjalankan hobinya tersebut, ia mendapat restu dari istrinya, Zanidar, yang rela uangnya dihabiskan untuk hobi suaminya tersebut. "Saya sangat mendukung hobi suami saya. Kalau orang lain pensiun bisa naik haji, namun uang pensiun kami dihabiskan disini. Kalau saya tidak dukung bapak mau cari uang dimana," kata Zanidar.

Ada ratusan jenis barang antik koleksinya, mulai dari keramik-keramik kuno, peninggalan pra sejarah, benda-benda seni, dan berbagai barang antik lainnya. "Semua barang antik saya koleksi. Saya tidak pilah-pilih untuk melengkapi koleksi," kata Iskandar Zakaria.

Menariknya, barang antik tersebut dikumpulkannya bukan untuk dijual, namun hanya untuk koleksi pribadi. Bahkan, saking besar kecintaannya terhadap barang antik, ia pernah menolak tawaran Rp 25 miliar dari kolektor yang ingin membeli barang antik koleksinya.

"Beberapa tahun yang lalu, koleksi saya pernah ditawar 25 miliar oleh Antoni Zedra Abidin, yang saat itu masih menjabat sebagai wakil Gubernut Jambi. Namun tawaran itu saya tolak," jelas Iskandar Zakaria, yang pernah masuk rekor Muri, sebagai penulis Alqur'an terpanjang d idunia.

Tidak hanya itu, beberapa benda keramik yang berasal dari Dinasti Ming dan Dinasti Tsung pada abad ke delapan miliknya, juga pernah ditawar oleh beberapa kolektor barang antik yang datang dari berbagai kota bahkan dari mancanegara, diantaranya adalah kolektor asal Pekanbaru yang menawar keramik seharga 10 miliar.

"Seminggu yang lalu, juga datang kolektor dari medan, H Rusli Asmadi. Beliau ingin membeli benda keramik peninggalan dinasti tua di Cina. Jika saya jual, negara jelas rugi, karena barang-barang ini merupakan peninggalan sejarah," ungkapnya.

Meskipun hidup pas-pasan, namun Iskandar Zakaria tetap memiliki komitmen yang kuat untuk melestarikan peninggalan nenek moyang. "Jika saya lebih tertarik dengan uang, mungkin saya adalah orang yang paling kaya di Kabupaten Kerici," ungkap Iskandar Zakaria.

Benda-benda antik tersebut didapatkannya dengan berbagai cara, ada yang dibelinya langsung, diberi rekan-rekannya, dan dicariinya ke beberapa bukit yang ada di Kerinci. "Jika saya dapat informasi, saya langsung mendatangi lokasi yang dimaksud. Jika beruntung, maka koleksi benda antik saya akan bertambah," tambahnya.

Benda antik koleksinya yang tertua adalah kapak batu, yang diperkirakan sudah ada sejak 7000 tahun sebelum masehi. Hal tersebut juga dibuktikan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Profesor Sujono, dari pusat penelitian arkeologi Jakarta.

"Diperkirakan saat ini kapak itu berusia sekitar 10.000 tahun, yang saya temukan di Batang kandil, Kecamatan gunung kerinci. Batu itu saat ditemukan, sudah terkubur dalam tanah," terangnya.

Misteri Orang Pendek


Orang pendek ialah nama yang diberikan kepada seekor binatang (manusia?) yang sudah dilihat banyak orang selama ratusan tahun yang kerap muncul di sekitar Taman Nasional Kerinci Seblat, Sumatera. Walaupun tak sedikit orang yang pernah melihatnya, keberadaan orang pendek hingga sekarang masih merupakan teka-teki. Tidak ada seorangpun yang tahu, sebenarnya makhluk jenis apakah yang sering disebut sebagai orang pendek itu. Tidak pernah ada laporan yang mengabarkan bahwa seseorang pernah menangkap atau bahkan menemukan jasad makhluk ini, namun hal itu berbanding terbalik dengan banyaknya laporan dari beberapa orang yang mengatakan pernah melihat makhluk tersebut. Sekedar informasi, Orang pendek ini masuk kedalam salah satu studi Cryptozoolgy, begitulah yang saya dapatkan dari beberapa sumber. Ekspediasi pencarian Orang Pendek sudah beberapa kali di lakukan di Kawasan Kerinci, Salah satunya adalah ekspedisi yang didanai oleh National Geographic Society. National Geographic sangat tertarik mengenai legenda Orang Pendek di Sumatera, beberapa peneliti telah mereka kirimkan kesana untuk melakukan penelitian mengenai makhluk tersebut.

Sejauh ini, para saksi yang mengaku pernah melihat Orang Pendek menggambarkan tubuh fisiknya sebagai makhluk yang berjalan tegap (berjalan dengan dua kaki) tinggi sekitar satu meter (diantara 85 cm hingga 130 cm) dan memiliki banyak bulu diseluruh badan. Bahkan tak sedkit pula yang menggambarkannya dengan membawa berbagai macam peralatan berburu, seperti semacam tombak. Keberadaan Orang Pendek sudah terlalu lama terdengar sejak berabad-abad lalu, sehingga hal itu menjadikannya sebagai salah satu legenda masyarakat disana. Dari ekspedisi yang beberapa kali di lakukan, umumnya ada suatu studi kasus mengenai klasifikasi pembagian saksi mata. Pertama saksi dari suku anak dalam, yaitu sekelompok orang yang tinggal disekitar areal Taman Nasional. Kemudian ada beberapa kelompok saksi mata dari orang desa lokal, kemudian beberapa kesaksian dari warga pendatang (Belanda) pada awal abad ke-20.

Legenda Mengenai Orang Pendek sudah secara turun temurun dikisahkan di dalam kebudayaan masyarakat Suku anak dalam. Mungkin bisa dibilang, Suku anak dalam sudah terlalu lama berbagi tempat dengan para Orang Pendek di kawasan tersebut. Walaupun demikian, jalinan sosial diantara mereka tidak pernah ada. Sejak dahulu suku anak dalam bahkan tidak pernah menjalin kontak langsung dengan makhluk-makhluk ini, mereka memang sering terlihat, namun tak pernah sekalipun warga dari suku anak dalam dapat mendekatinya. Ada suatu kisah mengenai keputus asaan para suku anak dalam yang mencoba mencari tahu identitas dari makhluk-makhluk ini, mereka hendak menangkapnya namun selalu gagal. Pencarian lokasi dimana mereka membangun komunitas mereka di kawasan Taman Nasioanal juga pernah dilakukan, namun juga tidak pernah ditemukan.

Awal tahun 1900-an, dimana saat itu Indonesia masih merupakan jajahan Belanda, tak sedikit pula laporan datang dari para WNA. Namun yang paling terkenal adalah Kesaksian Mr. Van Heerwarden di tahun 1923. Mr. Van Heerwarden adalah seorang zoologiest, dan disekitar tahun itu ia sedang melakukan penelitian di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat.

Pada suatu catatan kisahnya, ia menuliskan mengenai pertemuannya dengan beberapa makhluk gelap dengan banyak bulu di badan. Tinggi tubuh mereka ia gambarkan setinggi anak kecil berusia 3-4 tahun, namun dengan bentuk wajah yang lebih tua dan dengan rambut hitam sebahu. Mr. Heerwarden sadar mereka bukan sejenis siamang maupun perimata lainnya. Ia tahu makhluk-makhluk itu menyadari keberadaan dirinya saat itu, sehingga mereka berlari menghindar. Satu hal yang membuat Mr. Heerwarden tak habis pikir, semua makhluk itu memiliki persenjataan berbentuk tombak dan mereka berjalan tegak. Semenjak itu, Mr. Heerwarden terus berusaha mencari tahu makhluk tersebut, namun usahanya selalu tidak berbuah hasil.

Sumber-sumber dari para saksi memang sangat dibutuhkan bagi para peneliti yang didanai oleh National Gographic Society untuk mencari tahu keberadaan Orang Pendek. Dua orang peneliti dari Inggris, Debbie Martyr dan Jeremy Holden sudah lama mengabadikan dirinya untuk terus menerus melakukan ekspedisi terhadap eksistensi Orang Pendek. Namun, sejak pertama kali mereka datang ke Taman Nasional Kerinci di tahun 1990, sejauh ini hasil yang didapat masih jauh dari kata memuaskan. Lain dengan peneliti lainnya, Debbie dan Jeremy datang ke Indonesia dengan dibiayai oleh Organisasi Flora dan Fauna Internasional.

Dalam ekspedisi yang dinamakan \'Project Orang Pendek\' ini, mereka terlibat penelitian panjang disana. Secara sistematik, usaha-usaha yang mereka lakukan dalam ekspedisi ini antara lain adalah pengumpulan informasi dari beberapa saksi mata untuk mengetahui lokasi-lokasi di mana mereka sering dikabarkan muncul. Kemudian ada metode menjebak pada suatu tempat dimana disana terdapat beberapa kamera yang selalu siap untuk menangkap aktivitas mereka. Rasa putus asa dan frustasi selalu menghinggap di diri mereka ketika hasil ekspedisi selama ini belum mendapat hasil yang memuaskan.

Pemukiman nenek moyang kerinci



Nenek Moyang orang Kerinci selalu membuat pemukiman pada daerah2 yang subur, yang sering disebut ; talang, dusun, koto. Perkembangan pemukiman ini diperkirakan terjadi pada zaman SUGINDO. Pada masa Sugindo perkembangan kehidupan masyarakat sudah jauh lebih maju, mereka sudah mulai hidup menetap.
Mengacu pada tempat penemuan benda2 peninggalan sejarah, maka diketahui pemukiman2 yang pernah dibuat nenek moyang pada zaman dulu diantaranya terletak di:

1. Disekitar Gunung Masurai, Danau Depati Empat (Danau Besar), Danau Pauh. Diperkirakan daerah2 ini merupakan Lokasi Dusun Purba; Renah Punti, Talang Menggala, Muara Penon, Durian Tinggi dan Sungai Kuyung. Kelima Dusun itu diperkirakan berada disekitar daerah Serampas dan Sungai Tenang Kecamatan Jangkat. dan disekitar daerah itu diperkirakan juga terdapat Dusun Purba Koto Mutun, Renah Lipai Tuo, Pelegai Panjang, yang berada dalam Kecamatan Muara Siau.
2. Disebelah Selatan Danau Kerinci sekitar Dusun Muak sekarang, terdapat Dusun Purba Jerangkang Tinggi.
3. Disebelah tepi Barat Danau Kerinci sekitar Dusun Jujun dan Benik sekarang.
4. Di dataran Tinggi diatas kota Sungai Penuh, diantara Bukit Mejid dan Bukit Koto Tinggi, disekitar daerah Koto Pandan sekarang.
5. Disekitar perbukitan diatas Dusun Kumun sekarang
6. Disekitar perbukitan diatas Sungai Liuk, diperkirakan tempat dusun purba Koto Bingin
7. Disekitar perbukitan diatas Simpang Belui dan Semurup, diperkirakan tempat dusun purba Koto Limausering.
8. Disekitar Dusun Hiang diperkirakan terdapat dusun purba Koto Jelatang.

Lokasi Dusun Purba telah tumbuh banyak dusun yang terbentuk secara bertahap dalam selang waktu yang cukup lama, sebagai contoh :

1. Dari Dusun Purba JERANGKANG TINGGI melahirkan Dusun Pulau Sangkar, Sanggaran Agung, Jujun, Pulau Tengah, Siulak Mukai dan Pengasi.
2. Dari Dusun Pulau sangkar kemudian pindah ke utara melahirkan Dusun Lekuk 33 Tumbi yang kemudian berubah nama menjadi Dusun Terutung. sebagian berpindah ke arah barat melahirkan dusun Lekuk 50 Tumbi atau Dusun Lempur sekarang. Dari dusun Pulau sangkar melahirkan Dusun Pondok, Muak, Lolo, Lubuk Paku, Keluru, Semerap.
3. Dari Dusun Sanggaran Agung berkembang menjadi Dusun Tanjung Pauh Mudik, Pondok Siguang, Tanjung Pauh Hilir, Talang Kemulun.
4. Dari dusun Pengasi berkembang menjadi Dusun Pulau Pandan, Pendung Talang Genting,, Tebing Tinggi, Seleman, Tanjung Batu, Pidung. Untuk Seleman sebagian penduduknya berasal dari Dusun Purba Koto Jelatang.
5. Dari Dusun Pulau Tengah berkembang menjadi Dusun Koto Tuo dan Koto Dian.
6. Dari Dusun Jujun berkembang menjadi Dusun Benik.
7. Dari Dusun Siulak Mukai di Tanah Sekudung, berkembang menjadi Dusun Mukai Mudik, Mukai Tengah, Mukai Ilir, Siulak Gedang, Siulak Panjang, Lubuk Nagodang, Siulak Kecik, Siulak Tenang, Tanjung Genting, Koto Kapeh, Sungai Pegeh, Dusun Baru, Sungai Labu.

Perkebunan kayu manis



Kabupaten Kerinci adalah perkebunan Kayu Manis yang tersebar di Pegunungan Kerinci . Kayu Manis dikenal pela dengan nama Cassiavera atau Cinanoum Burmanni. Hal yang menarik dari kegiatan agro wisata ini adalah melihat proses pembuatan Kayu Manis, mulai dari pengulitan dari batang pohonnya sampai pada tahap-tahap penyortiaran. Kayu Manis merupakan bahan baku rempah, obat-obatan dan minuman.

Kulit Manis Kabupaten Kerinci adalah komoditi ekspor yang dipasarkan kenaegara Amerika, Jepang, Jerman, Belanda, Belgia, Venezuella, Hungaria, Mexiko, Yunani, Kanada dan Singapus. Ekspor katu Manis Indonesia 85% dipenuhi oleh Kulit Manis yang berasal dari Kabupaten Kerinci.

Disamping itu, komoditi perkebunan yang dihasilkan dan mempunyai potensi untuk dikembangkan adalah cassiavera atau kulit manis, kopi, coklat, karet, tebu dan tembakau. Sampai saat ini hasil produksi perkebunan di Kabupaten Kerinci yang dibawa keluar daerah masih berbentuk bahan baku. Di masa mendatang diharapkan hasil produksi perkebunan tersebut dapat diolah menjadi bahan jadi yang bernilai ekonomis tinggi. Dari berbagai komoditas perkebunan yang dikembangkan di wilayah Kabupaten Kerinci, primadona komoditas perkebunan adalah cassiavera atau kulit manis. Jumlah luas areal tanam cassiavera ini di tahun 2007, mencapai 42.413 ha yang tersebar hampir di seluruh kecamatan. Atau sekitar 26 persen dari seluruh luas wilayah pertanian di Kabupaten Kerinci merupakan perkebunan kulit manis. Kecamatan Gunung Raya, Batang Berangin, Kayu Aro, Keliling Danau serta Danau Kerinci memiliki kawasan perkebunan cassiavera yang cukup luas, diantara kecamatan lainnya.

Produksi kulit manis Kabupaten Kerinci pada tahun 2007 mencapai 53.645, 05 ton yang diusahakan oleh 13.263 kk atau lebih dari 17% penduduk. Produksi yang meningkat rata-rata 14,14% pertahun. Rupanya jenis strata tanah panas iklim kering di Kerinci ini sangat cocok untuk tanaman kulit manis. Tak heran bila kulit manis menjadi primadona petani di Kerinci.

Perkebunan teh kayu aro


Perkebunan teh Kayoe Aro dirintis antara tahun 1925 hingga 1928 oleh perusahaan Belanda, Namblodse Venotschaaf Handle Vereniging Amsterdam (NV HVA). Perkebunan teh ini tercatat sebagai perkebunan teh tertua di Indonesia. Perkebunan Teh Kayu Aro seluas 3.020 hektar adalah perkebunan teh dalam satu hamparan terluas di dunia, berada pada ketinggian 1.400-1.600 meter dpl yang merupakan perkebunan teh tertinggi ke dua di dunia setelah perkebunan teh Darjeling di kaki Gunung Himalaya (4.000 m dpl).

Pengawasan kualitas yang tinggi, mulai dari perawatan dan pemeliharaan tanaman, pemetikan pucuk teh, pengolahan di pabrik, hingga pengemasan dan pengiriman, teh produksi PT Perkebunan Nusantara VI (PTPN VI) ini menyandang nama harum sebagai teh dengan kualitas terbaik di dunia. Dengan aroma yang khas serta kualitas prima, sebagian besar teh produksi PTPN VI ini diekspor.
Hawa pegunungan yang sejuk, pemandangan alam yang menawan, hamparan hijau teh dengan latar Gunung Kerinci yang menjulang, kegiatan pemetikan teh hingga pengolahan teh merupakan suatu atraksi yang sangat menarik. Pada tahun 1998 perkebunan dan pengolahan teh Kayu Aro telah dikembangkan sebagai tujuan wisata yang banyak dikunjungi wisatawan domestik dan mancanegara .

Ditengah perkebunan terdapat Aroma Pecco yang merupakan sebuah taman dengan sebuah kolam, diduga pada zaman penjajahan Belanda kolam ini merupakan tempat penampungan air bagi perkebunan teh. Tersedia sampan yang dapat digunakan mengarungi kolam. Taman yang berjarak 50 m dari jalan utama ini telah dilengkapi dengan beberapa fasilitas untuk menunjang kegiatan wisata. Di tempat ini, biasanya para pengunjung beristirahat sambil menikmati makanan yang dibawa. Arroma Pecco terletak di Desa Bedeng Delapan, dan dapat dicapai dari Sungai penuh setelah menempuh perjalanan sejauh ± 32 km.

Rawa Bento



Rawa Bento terletak di desa Kersik Tuo Kecamatan Perwakilan Kayu Aro, merupakan hutan rawa air tawar dataran tinggi dengan karakteristik tutupan vegetasi yang didominasi oleh rumput Leersia Hexandra dan Eugenia Spicate.
Rawa ini pada mulanya adalah sebuah danau, akibat sedimentasi aliran sungai di sekitarnya yang berasal dari gugusan Gunung Kerinci, Gunung Tujuh, Gunung Sangkar dan sekitarnya yang menyebabkan semakin lama semakin dangkal. Sekarang rawa ini banyak di tutupi oleh rumput bento dan menjadi hutan rawa, sehingga dikenal dengan nama Rawa Bento, objek wisata hutan rawa ini berada dekat dengan Goa Kasah di gugusan Gunung Sangkar, salah satu objek wisata lain yang juga sering di kunjungi pecinta alam terutama peminat goa. Pada daerah hutan rawa pegunungan ini dapat ditemukan beberapa jenis burung antara lain burung jernih, burung layang-layang dan putih, kuntul kerbau, bebek liar dan beberapa jenis ikan.

Rawa ini merupakan lahan basah pada ketinggian 1.375 m dpl dengan luas sekitar 1.000 ha yang terdiri dari hutan rawa dengan tanaman kerdil, beberapa rawa gambut sempit dan danau-danau kecil. Hutan rawa ini terdiri dari pohon-pohon dengan ketinggian 5-6 m dengan diameter yang bervariasi antara 2-6 cm. Batang pohon tersebut ditutupi oleh lumut yang mengering dan dihiasi dengan pakuan-pakuan yang merambat. Rawa Bento tergolong unik di Sumatera karena habitat dan vegetasinya. Keberadaan Rawa Bento saat ini terancam oleh manusia yang mengkonversi rawa menjadi sawah.
Rawa Bento terletak di Desa Kersik Tuo yang berjarak 50 km dari Sungai Penuh, dilanjutkan berjalan kaki selama 3 jam.

Rawa ladeh panjang



Rawa Ladeh Panjang hamparan lahan basah dengan luas lebih kurang 150 ha terletak pada ketinggian 1.950 m dari permukaan laut. Bagi pecinta dan pengamat binatang dapat menjumpai satwa liar, seperti Harimau Sumatra, Kambing Hutan, Rusa, Babi Hutan, dan berbagai jenis burung.

Untuk mencapai Rawa Ladeh Panjang dapat menggunakan bus dari kota Sungai Penuh sampai Desa Kebun Baru Kecamatan Kayu Aro lebih kurang 40 km perjalanan. Selanjutnya bejalan kaki selama 4-5 jam menuju obyek wisata. Disekitar lokasi obyek wisata Rawa Ladeh Panjang terdapat beberapa buah danau atau telaga ber air jernih merupakan tempat satwa minum dan beristirahat.
 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...